Pontianak (25/6/2026) — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak menggelar kegiatan bertajuk “No Trust, No Impact: Jurus Jitu Humas Pemerintah Menang di Komunikasi Digital” sebagai upaya meningkatkan kapasitas kehumasan instansi pemerintah dalam menghadapi tantangan komunikasi di era digital.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Golden Tulip Pontianak tersebut diikuti oleh perwakilan pengelola media sosial dan kehumasan dari berbagai instansi pemerintah di Kalimantan Barat. Pelatihan ini bertujuan memperkuat strategi komunikasi publik yang efektif, transparan, serta mampu membangun kepercayaan masyarakat.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak, Sam Fernando, mengatakan bahwa kepercayaan publik menjadi faktor utama keberhasilan komunikasi pemerintah di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat.
“Di era digital, informasi bergerak sangat cepat. Oleh karena itu, humas pemerintah dituntut mampu menyampaikan informasi yang akurat, responsif, dan mudah dipahami masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh sejumlah materi strategis, antara lain branding komunikasi publik, manajemen krisis informasi, strategi komunikasi digital, hingga teknik produksi konten media sosial. Materi disampaikan oleh narasumber dari Direktorat Jenderal Imigrasi yang berpengalaman di bidang komunikasi publik.
Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif serta sesi kuis untuk meningkatkan partisipasi peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan pengelola media sosial pemerintah dapat meningkatkan kualitas penyampaian informasi publik sekaligus memperkuat citra institusi di ruang digital.
Kantor Imigrasi Pontianak menilai penguatan kapasitas humas menjadi langkah penting dalam menghadirkan pelayanan publik yang informatif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

